Media Terintegrasi
Desa Sukakerta
Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis - Jawa Barat
Edi Setiawan | 07 Maret 2022
Kisah Nyata di Sekitar Kita : Indahnya Berbagi
Kontributor: Edi Setiawan
07 Maret 2022
Hari itu, di tengah antrian penerimaan bansos pangan non tunai (BPNT), terjadi sebuah pemandangan yang mencuri perhatian. Ya, ditengah kumpulan para pengantri sembako tersebut datanglah seorang warga, turun dari sebuah mobil Avanza. Bukan masalah kendaraannya, tapi sang pemilik mobil ternyata masuk dalam antrian. Seketika mereka yang sedang mengantri mulai berpandangan, mulai berbisik seolah tak percaya.
Terbuktilah apa yang diperbincangkan selama ini, Bansos pasca pandemi ini memang banyak salah sasaran. Bukan hanya dia, banyak dari penerima dalam BNBA yang menurut kita tidak layak menerima bantuan. Ada mereka yang jelas-jelas mempunyai rumah permanen, jenis pekerjaan yang cukup bahkan diantaranya pengusaha yang mapan. Setidaknya dari apa yang terlihat secara kasat mata.
Dimana rasa keadilan itu ?
Sementara, masih ada warga yang merasa dirinya lebih pantas untuk menerima bantuan tapi tak kunjung terdaftar dalam lampiran BNBA. Mana peran pemerintah. Ini kesalahan Desa ! Ya, Pemerintah Desa pun menjadi tertuduh, hampir dalam setiap jenis bantuan. Suara-suara halus bahkan lantang di media sosial pun berbunyi sumbang. Nada rendah dari mereka yang merasa tersisih atau nada tinggi yang mengecam ketidakadilan.
;
Kembali pada sosok dia yang turun dari Avanzanya, dia yang dikenal oleh warga sebagai sosok yang sukses di bidang usahanya. Tapi hari ini, ia ikut mengantri sebagai penerima Bansos Pangan. Hadir untuk menerima paket beras, lauk pauk yang hanya bernilai 200 ribu yang mungkin tidak seberapa baginya. Ironis, bahkan setelah menerima paketnya ia pun bergegas dengan kendaran miliknya, ketika yang lain harus membawa paketnya dengan berjalan kaki.
Keesokan hari setelah pembagian, ternyata masih ada paket yang datang ke rumah-rumah warga. Tidak usah mengantri, paket sembako langsung diantar ke rumah masing-masing. Mereka yang tidak terdaftar dalam BNBA ternyata menerimanya pada hari itu. Alhamdulillah, walaupun hanya beberapa orang tapi cukup untuk memberikan kebahagiaan bagi mereka.
Sungguh, jauhkan prasangka yang buruk terhadap sesama. Bersihkan hati kita dari sifat su'udzan. Dia yang mengantri dengan mobil Avanzanya, dialah orang yang telah membagikan paket keesokan harinya. Dia dengan ikhlas memberikan paket sembako dari hasil antri untuk diberikan kepada tetangganya. Bukan hanya memberikan paket yang diterimanya, tapi ia telah menambah jumlah paket dengan uangnya sendiri untuk berbagi. Subhanallah, ia pun telah menyiapkan paket tersebut setiap jadwal pembagian.
Mungkin, masih banyak bantuan yang dirasakan tidak tepat sasaran. Mungkin juga, sebagian besar penerima paket bansos tersebut untuk dirinya. Meskipun hati kecilnya menyadari masih ada orang lain yang lebih layak untuk menerimanya. Bahkan, dia lupa pernah menyanyikan lagu kesenjangan ini dalam media sosial atas nama mereka yang tidak mampu?
Kisah ini hanya untuk berbagi, penulis tidak bisa menyebutkan nama ataupun identitas si baik hati yang dimaksud, namun orangnya ada di sekitar kita.
Indahnya berbagi dalam keikhlasan, jika belum mampu cobalah mensyukuri apa yang pernah kita dapat.
Semoga Allah memberikan keberkahan untuk kita semua.
(ed-kapem)
Suarakan Pendapat Anda
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
3862
1964
LAKI-LAKI
1898
PEREMPUAN
Aparatur Desa
Kepala Desa
DADANG JAYUSMAN
Sekretaris Desa
EDI KUSNIADI
Kaur Perencanaan
ENDANG WAHYUNINGSIH
Kaur Keuangan
ASEP SUPRIADI
Kasi Pemerintahan
EDI SETIAWAN
Kasi Pelayanan
ADE PUJIYANA
Kaur Tata Usaha Dan Umum
MAMAT RAHMAT
Kasi Kesejahteraan
NURUL UMAMI, S.IP
Kepala Dusun Sukasari
WAHYU
Kepala Dusun Cidoyang
YOSEP SEPTIAN GHUSMAN
P3UKDK
ASEP AKMAL WAHIDIN
Petugas 1
WAWAN GUNAWAN
Petugas 2
ADE YAYAN MULYANA
Kepala Dusun Sukamanah
OGIE ANGGARA, S.Pd.I
Desa Sukakerta
Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk

Komentar Warga (0)